Review DSLR NIKON D90


Mungkin pada awal kemunculannya DSLR amateur-semipro ini paling menggebrak, dengan kemampuannya merekam video. Bahkan salah satu jargon Nikon pada saat peluncuran kamera ini adalah bahwa ini adalah DSLR pertama yang menawarkan video recording. Tapi sebagai fotografer professional justru fitur ini adalah fitur paling tidak menarik bagi Kita. Mengapa? karena walaupun fitur video sering menjadi pertimbangan yg krusial ketika memilih kamera compact untuk mengabadikan acara keluarga, namun apabila anda benar-benar seorang menekuni fotografi, fitur ini tidak ada gunanya sama sekali. Fitur ini hanya di keluarakan Nikon untuk menjaring para pengguna kamera-kamera digital  compact untuk menyebrang ke DSLR. Lalu, apakah kamera ini hanya startegi pasar Nikon yang kualitasnya tidak bagus? Sama sekali tidak! Kamera ini adalah kamera dengan fitur dan kualitas yang melebihi harganya. Hal ini dikarenakan  sensor image dari kamera ini dan kualitas yg dihasilkan dari kamera ini sama dengan kamera PRO Nikon D300, yang berselang harga 3-4 juta dengan Nikon D90. Nikon D90 yang dibandrol 11 jutaan (garansi alta) ini menggunakan image sensor CMOS teknologi yang mampu menghasilkan gambar yang jernih, tonal yg halus, bahkan pada iso tinggi Sensor yang sama ini digunakan juga di Nikon D300 yg harganya 14-15 jutaan. Dengan kemampuannya yg tinggi ini banyak orang yg membandingkan D90 dengan D300, dan sejujurnya walau terpaut 4 juta dan ada sedikit perbedaan dalam kasta (D300 dianggap lebih pro dan D90 masih di kasta amatir)


Walau begitu, D90 cukup pantas bila diadu dengan D300. D90 dan D300 memiliki image sensor yang sama (12,3 megapixel EXPEED technology), dengan kempuan yg sama persis. Bahkan Ken Rockwell (salah satau reviewer barang-barang Nikon yang sering dijadikan referensi fotografer di seluruh dunia), menyatakan bahwa dalam keadaan low light, D90 memiliki kemampuan yang sedikit lebih baik dalam menghasilkan gambar yang clean. Hal ini mungkin disebabkan karena versi image sensor D90 sedikit lebih baru dibanding D300.Jadi dari segi hasil, antara D300 dan D90 sakan menghasilkan gambar yang sama baiknya. Bahkan prosesor-nya pun sama. Salah satu Kekurangan D90 dibanding D300 adalah pada fitur autofcus-nya. 3D tracking yang sama-sam dimiliki kedua kamera ini, tidak terlalu berguna di D90, karena dia hanya memiliki titik autofocus 11. Berbeda dengan D300 yg memiliki titik autofocus 51. Secara sederhana 3D tracking pada autofocus berguna untuk melacak secara 3D objek yang difokuskan, agar objek itu tetap fokus walaupun jaraknya berubah terus menerus. Hanya saja, titik autofocus D90 yang hanya 11, Kita rasakan kurang untuk mampu melakukan 3D tracking ini dengan baik. Jika anda fokus ke objek yang bergerak perlahan, atau anda fokus, lalu lock dan recompose, anda masih akan mendapatkan fokusnya. Tapi bila objeknya bergerak cepat, maka autofocus-nya akan menjadi berantakan. Salah satu perbedaan lainnya adalah D300 memiliki body yang terbuat dari magnesium alloy, yang membuatnya lebih tahan banting (dan berat, jadi ini kekurangan juga sebenernya). Walau demikian, body< D90 juga cukup kokoh dan tahan debu. FItur auto image sensor cleaning di D90 juga sudah disempurnakan sehingga tidak menimbulkan suara seperti di D300. Singkatnya, apabila anda fanatik terhadap Ken Rockwell, dia pernah mengeluarkan statement, Bila anda ingin membeli D300 selama ini, maka lupakan saja, dan beli D90. Tapi saran dari Kita dalam memilih antara D90 dan D300 yang lebih objektif adalah seperti ini :
  • Anda perlu D300 bila anda : fotografer sport (D300 burst mode-nya labih cepat dan AF-nya lebih canggih), fotografer wildlife dan alam liar.
  • Anda lebih baik membeli D90 bila anda : fotografer studio, komersil, prewed, wedding, dan tidak sering dihadapkan pada kondisi alam yg ekstrim.
Kita menggunakan D90 sebagai salah satu kamera andalan, dan Kita belum pernah kecewa hingga saat ini. Lagipula selisih 3-4 juta bisa anda gunakan untuk membeli flash, lensa atau battery grip.

Rodiyah Nur Hayati

I'm Eko Rio Wibowo as Photographer, Traveler, Sleeper.Enjoy!
"Here I just want to work, not racing to create works that are forced. So I'll let the cameras, feeling, and my desire to play."

Related Posts:

No comments:

Post a Comment